Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Rujak Teplak : Pecel Unik Dari Tegal

Gambar
  Hidangan yang lahir dari kebun, dari tangan petani, dari kesederhanaan yang jadi kenikmatan. Di dalamnya, sayur-mayur direbus dengan sabar: kangkung yang lembut, lembayung yang bersahaja, daun ubi jalar dan pepaya yang wangi muda, daun singkong, tauge, jantung pisang, pare, hingga irisan timun yang jernih. Sekilas, ia mirip rujak pecel dari timur Jawa, namun setiap suapan membisikkan bahwa ini adalah kisah lain. Yang menjadi pembeda adalah sambalnya—sambel teplak , bukan dari kacang yang akrab di lidah, melainkan dari singkong yang direbus atau dikukus, lalu diuleńi hingga halus, sehalus ingatan pada masa kecil. Singkong itu kemudian dipertemukan dengan ulekan cabe merah, sedikit garam, terasi, dan gula merah— pertemuan sederhana yang melahirkan keharuman pedas manis yang memikat. Semua diaduk, dicairkan dengan air matang hingga mencapai kekentalan yang mengalir lembut namun tetap bertenaga. Penyajiannya pun penuh tradisi: daun pisang dibentuk pincuk atau takir, seolah member...

Artikel Budaya - Gemblong Tegal, Tak Seperti yang Kamu Kira

Gambar
Tegal bukan hanya dikenal sebagai kota dengan wartegnya yang melegenda, tetapi juga sebagai daerah yang kaya akan kuliner khas dan aneka jajanan hasil modifikasi. Banyak makanan yang di daerah lain bentuk dan rasanya sudah baku, namun di Tegal justru memiliki versi berbeda yang unik. Salah satunya adalah gemblong. Di banyak daerah, kita mengenal gemblong sebagai jajanan dari beras ketan matang yang ditumbuk, dibentuk lonjong, digoreng, lalu dilapisi gula—seperti gemblong Bu Juju yang cukup terkenal. Namun di Tegal, jajanan serupa justru dikenal dengan nama lain: jalabiya , yang bentuknya menyerupai kue cincin. Adapun “gemblong” di Tegal ternyata memiliki ragam bentuk dan bahan yang jauh lebih variatif. Jalabiya                                Berikut beberapa jenis gemblong versi Tegal: 1. Gemblong Tekek Gemblong tekek adalah jajanan tradisional unik khas Tegal yang terbuat dari singkong. Ba...

Kosa Kata Tegal (Huruf G)

gabah = padi kering gableg = punya  gabug = tidak berisi , mandul gabur = menerbangkan burung dara gada-gada = gapura gadhe = gadai gadhung = nama tanaman (buahnya untuk kripik) gadi = jadi gagang = pegangan gage (gagiyan) = buruan, cepat gajogan = kecewa, merasa sayang galimpung = jangkrik yang cacat  galengan = pematang sawah, tegalan galo = alat dapur dari kayu untuk mengaduk bubur. gaman = senjata tajam gamben = gabung, jodoh gamen = dengan gampung = mengais sisa panen gamol = montok gancet = dua benda saling melekat gandhang = percaya diri gandhegan = kondangan gandhul = pepaya gandhulan = gelantungan ganepo = jenis pilus seperti sukro ganggang = renggang ganggang rambut = hanya berjarak sehelai rambut gangsa = tumis  gangsar = cepat pandai menghafal gangsir = menggali tanah untuk masuk rumah yang dilakukan pencuri ganing = kok begitu ganing = oleh ganjar = hukum, balasan ganjen = genit  gantar = galah ganyami = marahi ganyong = umbi yang mirip lengkuas gaok = b...

Kosa Kata Tegal (Huruf E)

eben = biar, agar, supaya ecel = keluar dari rel, selip ecol =  enak sekali edan = gila edheg = senang bergaya edhek = injak egin = masih  ejer = melarutkan dengan air  eleg = telan elik = istri (penganten baru) yang kembali kerumah orangtuanya  eling = ingat, sadar elom = kecewa  emben = nanti embil = mengambil/memetik buah-buahan embret = menarik (mencari penumpang) dokar / delman embuh = entah, tidak tahu emer = kelereng embun-embunan = ubun-ubun emod = lembek, tidak keras  emoh = tidak mau empeng = dot bayi  emplok = memasukkan makanan kedalam mulut dengan tangan empok = dibelakangi  empok-empokan = saling membelakangi empot = sedot menggunakan mulut  empuk = tidak keras, lunak empuk-empuk = nama makanan emut = ingat, sadar  emut = dihisap kaya permen, tidak dikunyah encer = tidak kental encit = kain (bahan pakaian,tekstil) encot = injak encret = oli,minyak pelumas endhah = agar, supaya endhas = kepala endhek-endhek = endapan endhep ...

Artikel Budaya - Hitungan Tegal 1–100

Bahasa Tegal memiliki kekayaan bunyi dan logika yang khas, termasuk dalam cara masyarakatnya menghitung bilangan dari satu hingga seratus. Meski berakar dari bahasa Jawa, sistem hitungan Tegal menampilkan keunikan tersendiri yang membedakannya dari dialek Jawa Tengah atau Jawa Timur. Ada beberapa bentuk yang secara kaidah bahasa Jawa bisa dianggap “salah”, namun justru di situlah letak keotentikannya—karena begitulah orang Tegal menuturkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari “selikur” untuk dua puluh satu hingga “seket” untuk lima puluh, setiap penyebutan mencerminkan warisan tutur yang hidup dan diwariskan secara alami antar generasi. Berikut adalah daftar hitungan dalam bahasa Tegal dari angka 1 hingga 100: 1=siji 2=loro 3=telu 4=papat 5=lima 6=enem 7=pitu 8=wolu 9=sanga 10=sepuluh 11=sewelas (bukan selas) 12=rolas (bukan lorolas) 13=telulas 14=patbelas (bukan papatlas) 15=limalas 16=enembelas (bukan enemlas) 17=pitulas 18=wolulas 19=sangalas 20=rongpuluh (buka...

Artikel Budaya - Keunikan Bahasa Tegal: Peluluhan Imbuhan di

Bahasa Tegal merupakan salah satu dialek Jawa yang memiliki kekayaan ekspresi dan ciri khas tersendiri. Ia tumbuh dari tanah yang subur budaya, di mana tutur kata menjadi bagian dari identitas masyarakatnya. Dalam kesehariannya, orang Tegal berbicara dengan logat yang tegas namun bersahabat, lugas namun penuh rasa. Keunikan bahasa ini tidak hanya tampak dari pilihan kosakatanya yang khas, tetapi juga dari cara pembentukan katanya. Salah satu kekhasan menarik terdapat pada penggunaan imbuhan “di–” untuk membentuk kata kerja pasif. Ketika imbuhan ini bertemu dengan kata kerja yang diawali huruf vokal, huruf “i” pada “di–” sering kali hilang dan melebur dengan huruf depan kata tersebut, menghasilkan bunyi dan bentuk baru yang khas, seperti dambung dari diambung (dicium) atau duculna dari diuculna (dilepaskan). Berikut beberapa contohnya HuruF A di+ambung = dambung = dicium di+anjatna = danjatna = dinaikkan di+aburna = daburna = diterbangkan di+anggurna = danggurna = tidak diberi su...

✨ Tentang Penulis ✨

Setiap artikel lahir dari pengalaman dan kecintaan pada budaya tanah kelahiran.
Siapakah sosok di balik artikel-artikel ini? Temukan jawabannya...