Rujak Teplak : Pecel Unik Dari Tegal

 



Hidangan yang lahir dari kebun, dari tangan petani, dari kesederhanaan yang jadi kenikmatan. Di dalamnya, sayur-mayur direbus dengan sabar:
kangkung yang lembut, lembayung yang bersahaja, daun ubi jalar dan pepaya yang wangi muda, daun singkong, tauge, jantung pisang, pare, hingga irisan timun yang jernih. Sekilas, ia mirip rujak pecel dari timur Jawa, namun setiap suapan membisikkan bahwa ini adalah kisah lain.

Yang menjadi pembeda adalah sambalnya—sambel teplak, bukan dari kacang yang akrab di lidah, melainkan dari singkong yang direbus atau dikukus, lalu diuleńi hingga halus, sehalus ingatan pada masa kecil. Singkong itu kemudian dipertemukan dengan ulekan cabe merah, sedikit garam, terasi, dan gula merah— pertemuan sederhana yang melahirkan keharuman pedas manis yang memikat. Semua diaduk, dicairkan dengan air matang hingga mencapai kekentalan yang mengalir lembut namun tetap bertenaga.

Penyajiannya pun penuh tradisi:
daun pisang dibentuk pincuk atau takir, seolah memberi pangkuan hijau bagi sayur-sayuran yang telah matang. Di atasnya, sambel teplak disiramkan, mengubah sayuran sederhana menjadi hidangan yang sarat rasa dan cerita. Di beberapa desa di Tegal, rujak teplak menjadi teman sarapan, menghangatkan pagi dan memancing selera yang kepedasannya bisa disesuaikan— bergantung pada berapa banyak cabai merah yang menyatu dengan ulenan singkong.

Dan tentu, tak lengkap rasanya seporsi rujak tanpa kerupuk. Kerupuk antor, opak, atau kerupuk mie menjadi sahabat setia di sampingnya— renyah yang mengimbangi lembutnya sayuran serta gurih yang merayakan setiap suapan rujak teplak.

✨ Tentang Penulis ✨

Setiap artikel lahir dari pengalaman dan kecintaan pada budaya tanah kelahiran.
Siapakah sosok di balik artikel-artikel ini? Temukan jawabannya...

Postingan Populer

Lagu Tegal - Nglindur

Kosa Kata Tegal (Huruf D)

Lagu Tegal -Teh Poci Gula Batu

Kosa Kata Tegal (Huruf A)

Artikel Budaya - Gemblong Tegal, Tak Seperti yang Kamu Kira

Babad Lebaksiu: Dari Lebak Ciut ke Tanah yang Menghidupi

Lagu Tegal - Menek Pucang

Kisah Sejarah Tegal

Artikel Budaya - Hitungan Tegal 1–100