Di selatan Kota Slawi, di kaki langit yang teduh di bawah bayang Gunung Slamet, terbentang sebuah tanah subur bernama Lebaksiu . Nama itu mungkin terdengar lembut, tetapi di balik kelembutannya tersimpan riwayat panjang — kisah manusia, tanah, dan air yang berpadu dalam kesederhanaan dan kerja keras. Asal Usul Nama “Lebaksiu” Orang tua-tua di desa bercerita, dahulu kala tempat ini hanyalah lebak kecil , cekungan tanah di tepian aliran sungai, di mana para petani menanam padi dengan harapan yang tumbuh bersama benih. Namun lebak itu ciut , sempit — dan dari kata itulah lahir sebutan Lebak Ciut . Zaman berganti, lidah manusia menyesuaikan, dan suara “Lebak Ciut” pun melebur menjadi satu nama: Lebaksiu — nama yang kini melekat pada kecamatan di selatan Tegal, tempat orang-orang hidup dari tanah, batu, dan air. Penduduknya sederhana. Mereka bangun pagi menyapa matahari dengan cangkul di tangan, berdagang di pasar dengan senyum, atau menambang sirtu dari sungai yang mengalirkan ...